Perhutani KPH Purwakarta Optimalkan Produksi Getah Pinus Berkelanjutan

Ekonomi Tanggal: 2026 - 09 - 05 14 views Penulis: Eka
Perhutani KPH Purwakarta Optimalkan Produksi Getah Pinus Berkelanjutan
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta terus mendorong peningkatan produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya komoditas getah pinus, melalui pembinaan dan pendampingan kepada mitra penyadap. Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah BKPH Tambakan, RPH Cimenteng, Rabu (02/09), tersebut difokuskan pada penerapan teknik penyadapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk meningkatkan hasil getah tanpa mengganggu kesehatan pohon.

Pembinaan dilakukan sebagai bagian dari upaya Perhutani menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan keberlanjutan tegakan pinus. Teknik penyadapan yang tepat dinilai penting untuk menjaga kualitas pohon sekaligus mendukung produktivitas getah secara berkelanjutan.

Administratur KPH Purwakarta Avid Rollick Septiana melalui Kepala BKPH Tambakan Guntur Irawan mengatakan, keberhasilan kegiatan penyadapan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian volume produksi, tetapi juga penerapan teknik yang sesuai kaidah silvikultur.

“Pembinaan ini bukan sekadar mengejar target produksi, tetapi juga memastikan para mitra memahami teknik penyadapan yang benar. Dengan teknik yang sesuai SOP, produktivitas getah dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan kesehatan dan keberlangsungan pohon pinus. Hal ini penting agar manfaat ekonomi dari kegiatan penyadapan dapat terus dirasakan oleh para mitra dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Guntur, Perhutani juga terus melakukan pendampingan di lapangan, termasuk memberikan arahan teknis, memastikan ketersediaan sarana pendukung, serta melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan penyadapan.

Salah seorang mitra penyadap menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, pendampingan dari petugas Perhutani membantu para penyadap memahami teknik penyadapan yang lebih tepat sehingga dapat meningkatkan hasil sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada batang pohon.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembinaan dan pendampingan dari petugas Perhutani. Kami jadi lebih memahami cara membuat irisan sadap yang tepat sehingga hasil getah bisa lebih optimal dan kondisi pohon tetap terjaga,” ungkapnya.

Melalui pembinaan dan pendampingan secara berkala, Perhutani KPH Purwakarta menargetkan peningkatan produktivitas getah pinus yang tetap memperhatikan keberlanjutan tegakan. Optimalisasi HHBK tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan yang bekerja sebagai mitra penyadap