Perhutani KPH Cianjur dan Disparbud Jabar Perkuat Pengelolaan Situs Kuta Tanggeuhan

Sinergi Tanggal: 2026 - 09 - 07 11 views Penulis: Eka
Perhutani KPH Cianjur dan Disparbud Jabar Perkuat Pengelolaan Situs Kuta Tanggeuhan
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Lingkungan di kawasan Situs Kuta Tanggeuhan, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat (04/09). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan pemanfaatan jasa lingkungan melalui wisata sejarah dan budaya dengan tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan.

Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perhutani Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Perhutani mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan melalui jasa lingkungan, khususnya pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan Situs Kuta Tanggeuhan secara profesional dan aman, sekaligus tetap memperhatikan kelestarian ekosistem hutan di sekitarnya. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Administratur KPH Cianjur, Herdy Indriawan, menyampaikan bahwa Perhutani siap mengawal implementasi PKS tersebut, khususnya dalam aspek pengelolaan kawasan dan koordinasi dengan para pihak terkait.

“Wilayah Cianjur memiliki sejumlah potensi wisata alam dan sejarah yang dapat dikembangkan. Kerja sama dengan Disparbud Provinsi Jawa Barat ini menjadi dasar dalam mendukung penataan kawasan, peningkatan kenyamanan pengunjung, serta pelibatan masyarakat sekitar hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sehingga pemanfaatan jasa lingkungan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat Lendra Sofyan mengatakan Situs Kuta Tanggeuhan memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari potensi pariwisata daerah.

“Penataan Situs Kuta Tanggeuhan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga memperhatikan aspek edukasi, konservasi, dan pelindungan warisan budaya agar tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui PKS tersebut, Perhutani KPH Cianjur dan Disparbud Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengelolaan Situs Kuta Tanggeuhan dengan mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan jasa lingkungan, pelestarian kawasan hutan, dan perlindungan nilai sejarah serta budaya.